Sobat engkau pernah kebingungan menelisik inginmu sendiri ?

cocok dengan tulisan ini sekarang :
Ia sedang terdiam setelah merapihkan pekerjaanya sebagai guru hari ini, ia tak pernah mengatur keinginan masa depanya jangankan membuat planning 1 tahun kedepan sekedar membuat jadwal satu hari pun hampir tak pernah ia lakukan karena di benaknya hidup ini mengalir saja seperti air.
Setelah menyelesaikan kuliah s1, ia di terima menjadi guru di sebuah sekolah SMP swasta dan di sanalah bermulanya ia menjalani arus seperti air mengalir tanpa memikirkan apa yang sebenarnya di inginkanya dalam bidang pekerjaan.
Ia sangat senang menjalani status sebagai guru di masa mudanya apalagi di tambah itu memberikan posisi di dalam pandangan masyarakat, minimal dirinya tak di sebut sebagai pemuda pengangguran, tapi kisah berubah 2 tahun kemudian setelah ia menikahi seorang gadis pujaanya.
Kini ia bukan hanya mengurus dirinya sendiri, dengan gaji dari sekolah berkisar Rp.400 ribu satu bulan bahkan terkadang di berikan beberapa bulan satu kali, perlahan namun pasti sikapnya yang dulu ketika muda masih memiliki idealisme berupa menjadi guru adalah pahlawan bangsa berubah lebih sering memikirkan gajinya yang tak kunjung naik.
Kini baginya bukan masalah tentang dinamika perubahan prilaku anak didiknya dari hari ke hari, persoalan itu tak penting asal tak mengganggu penghasilanya dari mengajar, bahkan ia mulai ogah-ogahan memikirkan murid yang tingkahnya semakin sulit di kendalikan.
Jika sudah seperti itu ceritanya, saya ingin bertanya ke sahabat pembaca :
Guru ini menjadi pahlawan bangsa atau penjahat bangsa ?. Tentu anda sudah bisa menilai sendiri bukan ? ^^.
Ketika kita enggan membuat impian masa depan, membuat cita-cita bertanggal, dan membuat rencana sederhana yang bisa di jalankan dalam setiap harinya maka kita yang akan di tuntut oleh masa depan.
Masa depan itu semakin aneh bentuknya, setiap detik tentang dunia ini mengalami perubahan bukan ?. Tiada pilihan lagi untuk belajar memikirkan hal-hal seperti ini karena gambaran cerita kilas di atas suda bisa anda tangkap.
Maka coba dengarkan hati anda berbicara apa, apa yang ia inginkan jadi dirinya anda kemudian jadikan pikiran sebagai perantara keinginan hati menjadi nyata hingga impianmu berupa kebaikan bagi sesama berbuah action nyata akan usaha yang berhak di bumbuh harapan agar semuanya berjalan dengan kekuatan.
Salam Ajaib ~ Muhammad Sabili “Trainer Keajaiban”